SOPHIA DAN MASA DEPAN

Jaman Robot sudah Terjadi…

Robot itu keren.  Hampir setiap anak di negeri ini yang sudah lahir di iklim kemerdekaan dan modernisasi selalu mengalami masa kecil yang menarik memori tentang robot. Entah itu melihat di siaran tv, atau film, bisa apa saja. Tapi mayoritas remaja tanggung saat ini pasti punya kecintaan dengan Transformers, robot-robot imajinasi dari pabrik mainan Hasbro yang sekarang jadi jualan Hollywood itu telah menjadi bagian dari memori yang keren di benak mereka. Robot-robot baik dan jahat bertarung, demi keselamatan manusia. Ini membekas, sampai banyak anak yang begitu tertarik pada materi robotik, tentu ini hal yang menarik dan sangat positif walau konsep filmnya semakin aneh saja tapi siapa peduli, para remaja tetap menonton koq.

Robot bukanlah sesuatu yang baru, tema ini sudah diangkat di film-film sejak 1927, Maria. Sampai sekarang yang paling mutakhir tentunya Transformers, Westworld, Pacific Rim, dan banyak lagi. Topik yang diangkat dan kontroversial adalah bagaimana bila suatu saat nanti robot ini bisa berpikir sendiri dengan Artificial Intelligence, dan ternyata masa itu sudah datang. Tinggal menunggu waktu kapan semua itu benar-benar terjadi di mana manusia hidup bersama dengan mesin buatannya. Ridley Scott, sejak mengangkat kembali franchise Alien mempertanyakan penciptaan manusia lewat filmnya Prometheus 2012 lalu, dan disambung sequelnya Alien Covenant 2017 lalu. Ada poin yang menarik di situ bahwa manusia mempertanyakan siapa yang menciptakannya? Menempuh antar galaksi demi mendapatkan jawabnya, sementara manusia sendiri telah menciptakan humanoid yang bisa berkembang dan mengupgrade dirinya. Semakin cerdas, semakin hebat, dan mungkin abadi. Sedangkan manusia yang menciptakannya tidak.. sebuah tema kontroversial yang cukup mengerikan. Karena ternyata ciptaan manusia lah yang suatu saat nanti mengambil alih keterbatasan manusia.

Baik, kita tidak bahas robot dan film koq, video di atas adalah tentang Sophia, sebuah robot yang dikenalkan di 2015 lalu dan menimbulkan kehebohan di mana-mana ketika robot dibuat sebagian begitu mirip dengan manusia. Reaksi bisa beragam, takjub, sampai ngeri. Ternyata sudah sampai di sini, di video di atas Sophia sudah berjalan dan menari, tinggal ditambah kulit sintetis untuk menutup bagian-bagian mesinnya, maka apa bedanya dengan manusia? Mungkin Sophia Mark V nanti sudah benar-benar menggantikan beberapa tugas manusia?

Harapan boleh tinggi, manusia bisa hidup bersama dengan robot, bahkan bisa berbuat apapun seperti di serial HBO, Westworld itu. Bahkan dibuat wahana, bahwa robot tidak punya hak seperti manusia, sehingga manusia punya kendali sepenuh itu, termasuk boleh merawat mengembangkan mengupdate, sampai merusak. Hanya saja, mungkin properti siapa robot-robot ini nanti itu akan benar-benar merubah wajah dunia. Ketika rasa penasaran manusia juga semakin tinggi, bahkan ada yang berharap apa yang terjadi di Westworld bisa terjadi juga. Robot bisa diajak kencan, seks, bahkan disiksa. Sampai suatu saat kecerdasan buatan itu cukup bagi robot ini untuk melampaui sebagian kecerdasan manusia.

Belahan lain dunia, dunia robotik tidak hanya mulai menggantikan industri, tapi juga menjadi mesin perang yang sangat efektif. Lihat saja, negara-negara dengan drone canggih mampu membom negara yang diinvasinya tanpa ampun. Atas nama menjaga ketertiban dan keamanan dunia, manusia telah menggunakan teknologi yang super canggih ini untuk menghancurkan sesamanya. Dan dalam perang semua bisa dimaklumi bagi pihak yang berkepentingan. Bisa kah kita menghentikan kemajuan ini? Tentu tidak, manusia dengan segala keterbatasannya akan menyaksikan perkembangan dan kemajuan teknologi ini yang semoga saja semakin manusiawi. Walau pada faktanya.. meragukan.

Kembali pada Sophia, akan tiba masanya nanti di mana robot-robot ini akan punya pikiran sendiri, undang-undang mana bisa membatasi. Negara manapun takkan mau kalah mengembangkan kecerdasan buatan seperti yang kelak ditanamkan pada Sophia. Mungkin Buruh Pabrik, Asisten Rumah Tangga, sampai Asisten Pribadi pada awalnya akan terganti, kemudian.. Teman, pasangan hidup? Ah.. kenapa tidak. Bukankah pikiran gila saat ini sudah tergambar semua di Hollywood, saya hanya mengulang saja lewat tulisan ini. Selebihnya ya tinggal kita menyaksikan, dan beradaptasi suatu hari.. berjumpa seseorang, yang memperkenalkan diri, bahwa dia hidup bersama seorang, atau sebuah robot? Dan dilindungi Undang-Undang?

Saya sih kembali lagi pada apa yang dikatakan Jack Ma, bahwa teknologi secanggih apapun, kecerdasan buatan seperti apapun, mereka tidak bisa mencinta. Walau manusia terus saja berusaha melogikakan proses cinta, tapi tetap saja itu adalah kebisaan original dari manusia. Mungkin inilah pembeda, yang bisa dikembangkan yaitu kemanusiaan. Semoga saja, suatu saat itu tidak terganti.

Tunggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *