DIMENSI CINTA YANG BERBEDA

Kegagalpahaman tentang Keluasan Cinta membuat kita mudah sekali menghakimi dan susah memahami…
Seolah itu hanya urusan ketertarikan seksual, atau malah aktifitas seksual saja. Apalagi kalo sudah ditambah kutipan Ayat2 Suci… Seakan Tuhan bisa disenangkan dengan kita membenci perilaku seks seseorang…Membenci pun menjadi kesalehan religius.

Kegagalan ini bukan karena sebagian dari kita Melupakan semua Ayat Cinta.. tapi jauh sebelum itu… Bahwa cinta itu luas batasannya, yaitu zona di atas nafsu, dan menuju Kasih yang universal.
Begitu kurangnya Simbol tentang cinta yg berhasil diterjemahkan. Gambaran pun menjadi tabu… Akhirnya melihat kedekatan dua makhluk Tuhan ada dalam penilaian imajinatif..

Masyarakat dibiarkan sakit, dan mudah menghakimi.. Valentine’s Day Haram! Kalo laki-perempuan.. pasti Free Sex, Laki akrab sama Laki.. pasti Homo… Cewek sama Cewek pasti Lesbi.. belum lagi yg di stigma Banci dll.. yang dianggap sakit dan menyimpang, singkat kata TIDAK NORMAL. “Kamu tidak benci mereka berarti kamu sama kaya mereka..” Logika Fallacy yg biasa digunakan kaum awam relijiyus.

Semoga kita semua mau belajar bahwa ada dimensi Cinta yang mungkin saja belum kita pahami.. seperti rasa sayang, peduli, persahabatan, antara sesama makhluk, entah itu sesama manusia, atau dengan sesama makhluk, manusia dengan lingkungan…

“Love has No Gender”… itu adalah kenyataan yang menyertai kehidupan dan sejarah hidup manusia. Tidak perlu menerima, mencinta, cukuplah kita memahami dan tidak perlu membenci… seolah dengan mengaku Normal, kita punya hak untuk membenci. Mau sampai kapan?

Semoga saja kita mau membaca lebih banyak buku, belajar lebih banyak ilmu tentang Cinta, dan punya kesempatan mempraktekkannya.. atas dasar Kemanusiaan. Karena begitulah makna dimensi cinta yg terus berkembang dan meluas.. semoga wawasan kita pun begitu. Tidak ikutan gagal…

#CatatanTentangCinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *